agen judi bola online

Lebih Dekat dengan Vincenzo Alberto, Pelatih PSIS Bersertifikat UEFA Professional Licence





Semarang – Dengan sertfikat UEFA Professional Licence, Vincenzo Alberto Annese bisa melatih tim-tim papan atas Eropa. Apa misi dan goal dia bersama PSIS Semarang?

Annese ditunjuk sebagai pelatih PSIS pada Maret lalu. Orang Italia berusia 33 tahun itu dipilih untuk menggantikan Subangkit, pelatih sebelumnya yang mengantar PSIS promosi ke divisi teratas.

Debut Annese di PSIS berakhir dengan kekalahan Zero-2 atas PSM Makassar. Tapi setelah itu PSIS bangkit dan menjalani tiga matchday tanpa tumbang atas tim-tim papan atas: sebanding dengan Bali United dan Bhayangkara FC serta menggasak PSMS Medan Four-1.

“Saya dan seluruh tim, tentu saja, senang dengan hasil matchday itu. Semua pemain sudah bekerja keras, bukan cuma Bruno (Silva) yang cetak hat-trick dan satu lend a hand. Ini kemenangan pertama PSIS dan kemenangan pertama saya di Liga 1,” kata Annese dalam bincang-bincang dengan detikSport.

Dengan UEFA Professional Licence yang dipunya Annese, PSIS berharap banyak timnya bisa dapat berbicara banyak di Liga 1. Mutakhir sekitar sebulan berada di Indonesia dan menukangi PSIS, Annese dirasa sudah membawa perubahan di dalam tim.

“Saya ingin PSIS sebagai sebuah tim mengalami kemajuan dari hari ke hari. Kami harus bekerja keras untuk itu. Sepakbola adalah sport fisik maka fisik para pemain haruslah prima. Saya benahi fisik para pemain dengan same old latihan yang tinggi. Begitu pun taktik permainan. Saya mulai dengan memperbaiki cara bertahan yang kuat dan rapat lalu bagaimana membangun serangan yang dimulai dari bawah,” paparnya.

Fisik menjadi perhatian utama Annese di tim barunya, selain soal asupan makanan. Berbicara soal kemampuan teknis, pria kelahiran Bisceglie itu menilai timnya punya bekal yang cukup baik. Tapi ada juga catatan dari sikap pemain Indonesia yang dilihatnya dalam waktu singkat ini.

“Secara teknik dan ketrampilan para pemain Indonesia, termasuk para pemain PSIS, sudah bagus. Bisa bermain dengan cepat. Hanya saja berdasarkan catatan pengamatan saya para pemain Indonesia kurang konsentrasi dan fokus pada profesinya….,” tambahnya lagi.

Kejadian ini PSIS menempati urutan ke-10 klasemen sementara Liga 1, di atas Persib Bandung (13), PSMS (17), dan Arema FC yang tenggelam di dasar klasemen.

Mulai menjadi pelatih sejak 2010, Vincenzo Alberto sempat berkelana ke banyak negara. Dia sempat menjadi pelatih Foggia di Italia, lalu berkarier melatih klub-klub di Lithuania, Estonia, Latvia, Ghana, Paletina, serta Timnas U-19 Armenia.

(din/mrp)




judi online

Check Also

Menpora: Semoga Timnas U-19 Juara Lagi

Sidoarjo – Menpora Imam Nahrawi mendukung penuh timnas Indonesia U-19 yang sedang bertarung di Piala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *